Penutupan Jalan Ngancar-Sine

Penutupan Jalan Ngancar-Sine

Sabtu, 11/04. Covid-19 sudah menjadi pembicaraan semua orang, dan di Indonesia sendiri per hari ini mencapai 3.842 kasus positif, 286 sembuh, dan 327 meninggal (sumber: covid-19.go.id)

Penutupan Jalan Ngancar

Beberapa wilayah sudah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar), banyak daerah menutup Akses masuk wilayah. Karang Taruna Ngancar berinisiatif melakukan hal serupa dengan menutup jalan masuk dukuh Ngancar.

“Pembatasan Sosial seperti yang disarankan pemerintah memang perlu dilakukan, untuk itu kami mencoba berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus Corona ini. Utamanya agar tidak masuk dukuh Ngancar.” Tutur Pak Kadir selaku Ketua Karang taruna Ngancar.

Penutupan Jalan Ngancar

Tujuan Penutupan jalan sendiri adalah agar Orang dari luar tidak membawa virus masuk ke pemukiman warga, dan juga tidak bebas keluar masuk Ngancar.

Pak Joni juga menjelaskan “Selain banyak warga luar daerah bebas keluar masuk, juga ada Anak-anak muda dari luar daerah yang suka bergerombol, balapan liar, itu yang perlu kita kontrol dan ketertibannya.”

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Peduli Corona, Bagi-Bagi Masker di Sine

Peduli Corona, Bagi-Bagi Masker di Sine

Jum’at, 10/04. Dilansir dari Laman FB INFO WARGA SINE pemerintah kabupaten, dalam hal ini Bapak Oni Anwar berkunjung di kecamatan sine dengan menggandeng Pemerintah kecamatan, desa, TNI, dan POLRI, serta Relawan GARASI dan PASRA, membagikan masker kepada masyarakat, pengguna jalan raya dan pelaku pasar di Pasar sine.

Pembagian Masker di Sine

Tak hanya memberikan masker gratis, tetapi Bapak Wakil bupati juga memberikn sosialisasi dan menghimbau warga agar selalu waspada dengan penyebaran virus Corona yang begitu meresahkan Warga sine pada khususnya.

Wakil Bupati Ngawi memberikan Sosialisasi dan Himbauan

“Ini adalah Wujud kepedulian pemerintah Kabupaten Ngawi dan seluruh Jajaran aparat, dalam mencegah penyebaran virus corona. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat pada khususnya di kecamatan Sine dan Desa Sine” kata Bapak Jumadi, Kepala Desa Sine.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Ngancar-Sine Tanggap, agar Covid tak mau Hinggap

Ngancar-Sine Tanggap, agar Covid tak mau Hinggap

Minggu, 5/4. Pandemi corona sudah menjadi trending topik dimana-mana. Tak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Virus yang berasal dari Wuhan-China ini menyebar dengan begitu cepatnya dan Menimbulkan kekhawatiran dan kegaduhan di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kecamatan Sine-Ngawi, khususnya desa Sine sudah menghimbau masyarakat dan menyampaikan beberapa SOP untuk mencegah datangnya wabah.

Antisipasi Covid-19 (5 april 2020)

Dukuh Ngancar, desa Sine juga ambil bagian dalam upaya pencegahan virus covid-19 ini. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan lingkungan.

Penyemprotan dilakukan anggota karangtaruna Ngancar (ARCA). Dilakukan bersama-sama setiap minggu sekali. “Penyemprotan disinfektan mulai dari sekeliling rumah, dalam rumah, tempat umum, dan menyeluruh sepanjang jalan yang dilalui masyarakat” terang pak Nurdin, salah satu warga yang berpartisipasi dalam penyemprotan.

Antisipasi Covid-19 (5 april 2020)

Kepala Desa, Bapak Jumadi juga menjelaskan, “Selain penyemprotan juga dihimbau untuk menjaga kondisi tubuh agar tubuh tetap fit dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan vitamin. Dan masyarakat yang dari mudik harap lapor serta melakukan isolasi mandiri.”

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Diklaim Membaik, Pemerintah Targetkan Penyerapan Dana Desa di Atas 98 Persen

Diklaim Membaik, Pemerintah Targetkan Penyerapan Dana Desa di Atas 98 Persen

Penyerapan Dana Desa

TANGERANG, (PR).- Penyerapan dana desa diklaim membaik selama empat tahun terakhir. Pada akhir tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan dana desa di atas 98 persen.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, pada awal pengucuran dana desa di 2015 lalu, penyerapannya hanya 82 persen dari alokasi dana Rp 20,67 triliun. Namun setelah Kemendes mengadakan pendamping dana desa bekerja sama dengan beberapa instansi, seperti Kemendagri, Kemenkeu, polisi, kejaksaan BPKP dan BPK, penyerapan dana desa mengalami peningkatan.

Pada 2016, dana yang diserap adalah 97 persen. Tahun 2017 dana yang diserap 98 persen dan pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan bisa lebih dari 99 persen.

“Pelaksanaan program dana desa bukan tanpa tantangan. Awalnya kepala dan perangkat desa belum punya pengalaman mengelola keuangan negara, belum punya peralatan lengkap untuk mengelola keuangan negara,” kata Eko ketika membuka Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019, serta Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten di Lapangan Kecamatan Pagedangan, Kota Tangerang, Minggu 4 November 2018.

Ia pun mengklaim pengucuran dana itu juga telah menurunkan angka kemiskinan desa, stunting dan pengangguran terbuka. Terkait penurunan kemiskinan, ada penurunan pada tahun ini dibanding tahun lalu.

Angka kemiskinan secara nasional saat ini bisa ditekan sebanyak 1,82 juta orang. Angka tersebut lebih banyak disumbangkan oleh desa, yakni sebanyak 1,29 juta orang.

Sementara penurunan di kota hanya 580 ribu orang. Untuk stunting, ia mengatakan telah terjadi penurunan dari tahun lalu sebesar 37 persen menjadi 30 persen di tahun ini.

Selain itu, GDP per kapita di desa naik hampir 50 persen dari 573 ribu per bulan per orang pada tahun lalu, menjadi 804 ribu per bulan per orang pada tahun ini.

“Dengan hampir tercukupinya infrastruktur dasar di desa, maka prioritas penggunaan dana desa akan lebih diarahkan ke pemberdayaan dan ekonomi desa. Diharapkan ini akan mempersiapkan desa menjadi lebih mandiri,” tuturnya.

Pemberdayaan ekonomi desa
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, sejak dana desa dikucurkan, jalan desa yang telah terbangun sepanjang 95 ribu kilometer, kemudian ada 914 jembatan yang dibangun, lalu 22 ribu pembangunan akses air dan PAUD sebanyak 14 ribu unit.

Dia menyebut pembangunan infrastruktur di desa melalui dana desa itu tidak lepas dari peran pendamping desa. “Mari kita bersama-sama pendamping desa supaya dana desa ini tepat sasaran,” tutur Jokowi.

Tujuan pengucuran dana desa, tambah Jokowi, kini tidak hanya sebatas infrastruktur, tapi akan digeser ke pemberdayaan ekonomi desa dan inovasi desa. “Ini yang namanya dana desa negara lain mulai tiru kita. World Bank katakan banyak negara tiru dana desa. Banyak sekali ingin lihat cara transfer penggunaannya seperti apa,” katanya.

Ia kemudian menekankan supaya desa jeli memanfaatkan potensi pasar. Hal itu bertujuan agar warga desa bisa produktif dan hasil produksinya terserap di pasar.

Share and Enjoy !

0Shares
0


0