SINE.NGAWIKAB.ID – Sejarah merupkan tonggak tatanan peradaban yang telah lampau terjadi , dengan sejarah kita bisa mengetahui betapa panjang perjalanan masa sampai saat ini . Dari jaman kerajaan sampai jaman yang moderen sekarang ini banyak sekali peninggalan peninggalan yang musti kita lestarikan.

Pada hari minggu ( 4 / 4 ) kurang lebih 150 orang dari berbagai organisasi di masyarakat , mengadakan bhakti sosial membuka jalan di area gunung Lirliran. LMDH Desa Tulakan di bantu Relawan GARASI , Sar ELPEJE , PASRA , Konco NGOPI , PESONA mengadakan membersihan jalan untuk menuju ke pemakaman sang legendaris Gusti Haryo Bangsal atau yang lasim di kenal di masyarakat JOKO BUDUG. Lokasi yang berada di Gunung Lirliran Desa Tulakan , Kecamatan Sine , Kabupaten Ngawi ini , menyipan sejarah yang luar bisa. Aset yang sangat berharga ini jangan sampai hilang karena berjalannya waktu.

Bhaksos pembersihan jalan ke pincak Lirliran

Sejarah Singkat JOKO BUDUG . Joko Budug merupakan anak yatim piatu nan miskin ia mengidap penyakit budug atau kudis sejak ia masih kecil, namun demikian Joko Budug berhasil menikahi seorang Putri Raja ARYO SETO dari kerajaan Ringin Anom yang bernama Putri Kemuning. Joko Budug mengikuti sayembara yang di adakan sang Raja, di karenakan Putri Kemuning mengidap penyakit yang langka yaitu bau badan yang tidak sedap / tidak enak,  sayembara sang raja ” siapa saja yang bisa menyembuhkan putriku, bila laki laki akan saya jadikan menantu dan apabila perempuan akan saya jadikan anak angkat ” ujar sang raja. Penyakit Putri Kemuning cuma bisa di sembuhkan dengan daun Gondo Sirno yang berada di dalam goa di gunung Argo Dumadi yang di jaga Ular Naga sakti.

Dengan sayembara yang sang raja sumpahkan ini, Joko Budug tertarik untuk mengikutinya.  Walaopun Joko Buduk mengidap penyakit kudis di seluruh badannya namun beliau sangat sakti dan mahir dan gesit memainkan keris pusaka warisan dari ayahnya. Dengan bermodalkan tekat yang kuat dan pusaka yang di bawanya , Joko Budug berhasil membunuh ular naga sakti itu dan yang lebih menakjubkan lagi darah yang memancar dari naga sakti yang membaluri seluruh tubuh Joko Budug itu menjadi obat yang mampu menyembuhkan penyakit kudis yang ia derita. Semula kulitnya yang rusak bisa menjadi halus mulus dan tak ada bekas kudis di badanya, dengan demikian Joko Budug Menjadi Pemuda yang bersih dan tampan.

Setelah memetik daun Gondo Sirno dari dalam Goa tersebut Joko Budug kembali ke kerajaan dan menyerahkan daun tersebut kepada sang raja. Dengan takjub sang raja kagum bahwa  pemuda yang di hadapannya itu Joko Buduk yang semula badannya Kudisan dan jelek kini menjadi mulus dan wajahnya tampan berseri seri. Dan setelah sang Putri makan daun Gondo Sirno bau badan sang putri kembali harum bagai Bunga Kemuning. Dengan janji Raja ARYA SETA, Joko Budug di nikahkan dengan putrinya, selang beberapa saat sang raja meninggal dan joko budug di nobatkan sebagai pengganti raja dengan gelar GUSTI HARYA BANGSAL.

Dari cerita singkat ini , bisa di ambil hikmah yang luar biasa. Dengan semangat ,  keteguhan hati ,  tekat dan kemauan yang tinggi mampu mencapai keberhasilan. Semoga situs sejarah Joko Budug di Gunung Lirliran ini dapat menjadi referensi wisata religi dan menambah panjang daftar tempat wisata yang berada di Kabupaten Ngawi .( * )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0